oleh

Apa yang Dimaksud dengan Kata Baku dalam Bahasa Indonesia?

Apa yang Dimaksud dengan Kata Baku – Hai, Karib Bahasa! Kalian pasti sering bertanya-tanya, kenapa sih kita harus belajar bahasa Indonesia, sedangkan setiap hari kita sudah menggunakan bahasa Indonesia? Memang betul kita sudah menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari, tetapi, apakah dengan menggunakan bahasa Indonesia setiap hari akan membuat kemampuan berbahasa kita akan semakin baik tanpa perlu belajar? Jawabannya, tidak. Kita perlu mengasah kemampuan berbahasa dengan belajar, menambah ilmu, dan wawasan bahasa agar memiliki keterampilan berbahasa yang baik. Keterampilan berbahasa akan berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang di dunianya.

Inilah Penjelasan Mengenai Apa yang Dimaksud dengan Kata Baku dalam Bahasa Indonesia!

Berbahasa yang baik ialah yang dapat menyesuaikan dengan keadaan dan konteks. Kita tidak harus selalu menggunakan bahasa baku, tetapi gunakanlah bahasa baku pada waktu dan tempat yang sesuai. Ketika sedang berbelanja, kita tidak perlu menggunakan bahasa baku, itu akan terlihat aneh dan canggung. Kita dapat menggunakan ragam bahasa santai atau kasual. Namun, ketika dalam kegiatan rapat dinas, pidato kenegaraan kita harus menggunakan bahasa yang baku atau ragam formal.

Ragam Bahasa

Bahasa Indonesia yang amat luas wilayah pemakaian dan bermacam ragam bahasa penuturnya harus takluk pada hukum perubahan. Faktor sejarah dan perkembangan masyarakat akan berpengaruh terhadap perubahan bahasa sehingga menimbulkan ragam bahasa Indonesia.

Terdapat dua ragam bahasa yang saling bertautan, yaitu ragam menurut golongan penutur bahasa dan ragam menurut jenis pemakaian bahasa. Ragam menurut golongan penutur terbagi berdasarkan daerah asal, pendidikan, dan sikap penuturya. Sedangkan ragam menurut jenis pemakaian bahasa mencakup ragam menurut bidang atau pokok persoalan, ragam menurut sarana, dan ragam yang mengalami percampuran.

Baca juga: 4 Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia yang Diresmikan

Dialek atau logat merupakan nama lain dari ragam daerah. Dialek ini dapat memberikan timbal balik oleh penutur yang daerahnya berdampingan. Indonesia memiliki daerah sangat banyak, sehingga membuat dialek atau logat yang ada juga sangat beragam. Tergantung dari masing-masing wilayah, setiap daerah memiliki logat yang berbeda-beda. Selain itu, logat juga berhubungan dengan bahasa ibu si penutur.

Ragam bahasa menurut pendidikan penuturnya menunjukkan perbedaan antara kaum yang berpendidikan dan yang tidak. Badan pemerintah, seperti lembaga perwakilan rakyat, lembaga kehakiman, pers, radio, televisi, mimbar agama, dan forum ilmiah seharusnya menggunakan ragam bahasa orang terpelajar yang lazim disebut sebagai ragam bahasa baku.

Selain dua ragam tersebut, terdapat pengelompokan ragam bahasa yang berdasarkan pada sikap penutur dan jenis pemakaiannya, yaitu langgam atau gaya. Langgam atau gaya mencakup sejumlah corak bahasa Indonesia yang berhubungan dengan lawan bicara atau pembacanya yang dipengaruhi, antara lain, oleh umur, kedudukan, tingkat keakraban, pokok persoalan yang disampaikan, dan tujuan penyampaian informasi.

Apa yang Dimaksud Kata Baku dalam Bahasa Indonesia?

Bahasa Baku

Bahasa baku adalah bahasa yang telah mengalami proses standarisasi, yaitu tahap menegakkan tata bahasa dan kamus normatif. Penetapan bahasa baku biasanya melibatkan kodifikasi norma kebahasaan dan sistem ejaan, serta penerimaan oleh khalayak.

Berikut ialah ciri-ciri bahasa baku:

1. Ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan dinamis.

Kemantapan dinamis tersebut berupa kaidah dan aturan yang tetap serta tidak dapat berubah setiap saat.

2. Bahasa baku ditandai dengan sifat kecendekiannya.

Perwujudan dalam kalimat, paragraf, dan satuan bahasa lain yang lebih besar mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur dan logis.

3. Kata baku atau standar ialah praanggapan tentang adanya keseragaman.

Pembakuan berarti penyeragaman kaidah, bukan penyamaan ragam bahasa atau penyeragaman variasi bahasa.

 

Fungsi Bahasa Baku

Terdapat empat fungsi bahasa baku, yaitu pertama, fungsi pemersatu. Kedua, fungsi pemberi kekhasan. Ketiga, fungsi pembawa kewibawaan. Keempat, fungsi sebagai kerangka acuan. Fungsi pertama dan kegitan merupakan fungsi lambang atau simbolik, sedangkan fungsi terakhir ialah fungsi objektif.

1. Fungsi Pemersatu

apa yang dimaksud dengan bahasa baku

Pada fungsi ini, bahasa baku membantu proses identifikasi penutur dengan seluruh anggota kelompok masyarakat penutur bahasa baku. Fungsi ini berguna pada media massa nasional, baik cetak maupun elektronik.

2. Fungsi Pembawa Kekhasan

apa yang dimaksud dengan bahasa baku

Pada fungsi ini, bahasa baku akan terlihat khas ketika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain. Bahasa Indonesia sudah jauh berbeda dengan bahasa Melayu yang digunakan di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Perbedaan tersebut memberikan dampak positif terhadap kepribadian nasional masyarakat Indonesia.

Baca juga: Pengertian Penulisan Kata dan Pedoman Penggunaannya

3. Fungsi Pembawa Kewibawaan

apa yang dimaksud dengan bahasa baku

Pada fungsi ini, berkaitan dengan usaha seseorang dalam mencapai kesederajatan dengan peradaban lain melalui pemerolehan bahasa baku. Pengalaman dan kemahiran dalam menggunakan bahasa Indonesia akan membawa kewibawaan di mata orang lain.

4. Fungsi sebagai Kerangka Acuan

apa yang dimaksud dengan bahasa baku

Bahasa baku berguna untuk karangka acuan dalam pemakaian bahasa berdasarkan kodifikasi kaidah dan norma yang jelas. Kaidah dan norma tersebut menjadi tolok ukur untuk penilaian benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang.

Bahasa yang Baik dan Benar

Orang yang berada dalam situasi tertentu harus memilih salah satu ragam bahasa yang sesuai dengan situasi yang sedang terjadi. Pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut situasi pemakaian bahasa dapat disebut dengan bahasa yang baik. Orang yang mahir berbahasa dapat menyampaikan pesan secara efektif sehingga sasaran komunikasi dapat tercapai. Bahasa yang mengenai sasaran tidak harus selalu berupa bahasa baku.

Baca juga: Penulisan Huruf Kapital yang Baik dan Benar

Oleh karena itu, bahasa yang baik dan benar berarti pemakaian ragam bahasa Indonesia yang sesuai dengan situasi pemakaian dan kaidah. Baik sesuai situasi dan benar sesuai kaidah. Jadi, ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar tersebut mengacu pada ragam bahasa yang sekaligus memenuhi sebagai bahasa yang baik dan benar.

Demikian penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan kata baku dalam bahasa Indonesia. Semoga tulisan ini dapat membantu dan menambah wawasan, serta kecintaan karib bahasa terhadap bahasa Indonesia. Untuk membaca tulisan lainnya, silakan klik sini!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Saya suka banget artikelnya pada tulisan ini. Terima beri telah berbagi info yang benar-benar penting. Aku tunggu lisan-artikel selanjutnya.