oleh

100+ Contoh Peribahasa dan Artinya

-SASTRA-1.151 dilihat

Contoh Peribahasa dan Artinya – Hai, Karib Bahasa! Kalian tentu sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah peribahasa? – Ohya, penulisan yang betul itu ‘peribahasa’, ya bukan ‘pribahasa’. Dalam budaya melayu, peribahasa merupakan bagian dari bahasa kiasan.  Singkatnya, peribahasa adalah sebuah ungkapan atau kalimat ringkas yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.

Dalam bahasa Indonesia terdapat ratusan peribahasa mulai dari A sampai Z. Maka dari itu, dalam kehidupan sehari-hari biasanya berguna untuk mengutarakan sesuatu secara tersirat. Contohnya seperti, tong kosong nyaring bunyinya, lempar batu sembunyi tangan, ada udang di balik batu, dan lain sebagainya.

 

Berikut ialah contoh peribahasa dan artinya dalam bahasa Indonesia

 

Pengertian Peribahasa

Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya dan biasanya berguna untuk mengiaskan maksud tertentu. Selain itu, beberapa peribahasa merupakan sebuah perumpamaan, yaitu berisi mengenai perbandingan  makna yang sangat jelas karena pada awal kalimat terdapat kata “seolah-olah”, “ibarat”, “bak”, “seperti”, “laksana”, “macam”, “bagai”, dan “umpama”.

arti peribahasa

Menurut KBBI, peribahasa adalah ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku. Contoh peribahasa dan artinya yang cukup populer, misalnya tong kosong nyaring bunyinya berarti orang yang bodoh biasanya banyak bualnya, lempar batu sembunyi tangan berarti melakukan sesuatu tetapi diam dan seolah-olah tidak tahu apa-apa, dan lain sebagainya.

 

Macam-macam Peribahasa

Berikut ialah macam-macam peribahasa berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia:

1.Bidal

Bidal adalah peribahasa atau pepatah yang mengandung nasihat, sindiran, peringatan, dan sebagainya.

2. Pepatah

Pepatah merupakan peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran dari orang tua yang biasanya berguna untuk mematahkan lawan bicara.

3. Ungkapan

Ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus atau makna yang unsur-unsurnya seringkali menjadi kabur.

4. Perumpamaan

Perumpamaan adalah peribahasa yang berisi mengenai perbandingan-perbandingan atau sering pula berarti sebagai peribahasa yang berupa perbandingan. Biasanya menggunakan kata-kata, seperti “bak”, “ibarat”, “laksana”, “umpama”, “bagai”.

5. Ibarat

Ibarat adalah perkataan atau cerita yang berfungsi sebagai perumpamaan, perbandingan, lambing, atau kiasan. Selain itu, ibarat berisi mengenai maksud dan ajaran yang terkandung dalam perumpamaan.

6. Tamsil

Tamsil merupakan persamaan dari umpama yang berisi ajaran-ajaran yang terkandung dalam cerita.

7. Pameo

Pameo adalah ejekan, olok-olok, atau sindiran uang menjadi buah mulut orang atau perkataan yang lucu untuk menyindir.

 

Contoh Peribahasa dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

Berikut contoh peribahasa beserta artinya dalam bahasa Indonesia

A

1.Air susu dibalas dengan air tuba

Makna: kebaikan yang dapat balasan dengan kejahatan

2. Ada adat dan lembaganya, ada udang dan laksananya

Makna: segala sesuatu itu ada hukum dan aturannya

3. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang

Makna: hanya senang ketika pasangan mempunyai uang atau harta

4. Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam

Makna: tidak enak makan dan minum karena terlalu sedih dan sebagainya

5. Arang itu jikalau terbasuh dengan air mawar sekalipun, tidak akan putih

Makna: tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat perbaiki lagi

 

B

1.Bagai air di daun talas

Makna: selalu berubah-ubah atau tidak tetap pendirian

2. Bagai burung dalam sangkar emas

Makna: hidup mewah tetapi terkekang dan tidak Bahagia

3. Bagai menggenggam bara, terasa hangat dilepaskan

Makna: melakukan suatu pekerjaan setelah mendapatkan kesukaran, setelah itu pekerjaannya ditinggalkan

4. Bagai pintu tak berpasak, bagai perahu tak berkemudi

Makna: sesuatu yang membahayakan

5. Baik berjagung-jagung, sementara padi belum masak

Makna: lebih baik dipakai dulu yang ada sementara yang baru belum didapatkan

6. Bak menanti orang dahulu, bak melalah orang kudian

Makna: melakukan sesuatu yang sia-sia

7. Barang siapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya.

Makna: siapa yang berniat atau berbuat jahat terhadap orang lain akan mendapat kecelakaan sendiri

8. Banyak orang, banyak ragamnya

Makna: tiap-tiap orang mempunyai pendapat atau kemauan sendiri-sendiri

9. Belum beranak sudah ditimang, belum duduk sudah berlunjur

Makna: terlampau cepat gembira sebelum maksud tercapai

10. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing

Makna: suka duka, baik buruk sama-sama ditanggung

11.Beriak tanda tak dalam, berguncang tanda tak penuh

Makna: orang yang suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya

Baca juga: Perbedaan Singkatan dan Akronim dalam Bahasa Indonesia

12. Bersarak serasa hilang, bercerai serasa mati

Makna: seseorang yang sangat rindu karena perceraian dengan kekasihnya

13. Betapa pun lurus paku, ujungnya berbelok juga

Makna: orang yang jahat, biarpun kelihatan baik, hatinya tetap jahat juga

14. Bintang di langit boleh dibilang, tetapi arang di muka tak sadar

Makna: cela, kesalahan, atau keburukan orang lain ia tahu, tetapi cela sendiri tak tahu

 

C

1. Cepat kaki, ringan tangan

Makna: suka menolong

2. Cacing hendak menjadi naga

Makna: orang hina yang hendak manyamai orang besar

3. Coba-coba menanam mumbang, kalau tumbuh sunting negeri

Makna: kerjakan terus, barangkali hasilnya kelak

4. Condong yang akan menimpa

Makna: perbuatan yang mendatangkan celaka

 

D

1.Di mana langit dipijak, di situ langit dijunjung

Makna: harus menyesuaikan diri dengan adat dan keadaan tempat tinggal

2. Dibakar tak hangus, direndam tak basah

Makna: sangat kikir atau sangat kuasa

3. Duduk bersama lapang-lapang, duduk seorang sempit-sempit

Makna: masalah jika dibicarakan dengan banyak orang akan ada jalan keluarnya atau akan menjadi mudah, sedangkan jika memendam atau berpikir sendiri akan menemukan jalan buntu

 

G

1. Gajah mati karena gadingnya

Makna: orang yang mendapat kecelakaan atau binasa karena keunggulan, tabiat, atau perbuatannya

2. Gali lubang tutup lubang

Makna: berutang untuk membayar utang yang lain

3. Gayung bersambut, kata menjawab

Makna: Menangkis serangan orang; menjawab atau melayani perkataan orang

4. Gula di mulut, ikan dalam belanga

Makna: sudah dalam kekuasaan kita

5. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari

Makna: kelakuan murid atau orang bawahan selalu mencontoh guru atau orang atasannya

 

H

1. Habis perkara, nasi sudah menjadi bubur

Makna: tidak ada gunanya membicarakan hal yang sudah terlanjur terjadi

2. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading

Makna: orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun sudah meninggal

3. Hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam

Makna: tidak mengatakan yang sebenarnya atau yang mengatakan hal baik dengan buruk dan sebaliknya

4. Hitam di atas putih

Makna: dengan tertulis, tidak hanya dengan perkataan (mengenai perjanjian dan sebagainya)

 

I

1. Ilmu padi, makin berisi makin runduk

Makna: makin banyak pengetahuan semakin rendah hati

2. Ikan belum dapat, airnya sudah keruh

Makna: pelaksanaan kerja yang tidak tepat atau keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai

3. Ikut hati mati, ikut rasa binasa

Makna: jika hanya menuruti hawa nafsu tentu akan celaka

4. Ingat sebelum kena, berhemat sebelum habis

Makna: harus menjalankan ikhtiar sebelum terlambat

 

Baca juga: Cerita Rakyat Indonesia – Jenis dan Contoh

 

J

1. Jangan dilepaskan tangan kanan, sebelum tangan kiri berpegang

Makna: jangan melepaskan pekerjaan yang ada sebelum mendapat pekerjaan atau pencaharian yang baru

2. Jadi bumi langit

Makna: menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan

3. Jauh di mata, dekat di hati

Makna: bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa atau hati selalu merasa dekat

 

K

1. Kalau tak ada api, masakan ada asap

Makna: barang sesuatu yang terjadi, pasti ada sebabnya

2. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan

Makna: cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak kasih ibu kepada anak

3. Kaki naik, kepala turun

Makna: selalu sibuk bekerja

4. Kain gatal, besok digaruk

Makna: pertolongan yang datangnya terlambat

 

L

1. Lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai

Makna: seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil

2. Lain di mulut, lain di hati

Makna: yang dikatakan berbeda dengan isi hatinya

3. Laksana jentayu menantikan hujan

Makna: sangat merindukan sesuatu atau kekasih dan sebagainya

4. Laut budi tepian akal

Makna: seseorang yang banyak ilmu dan bijaksana

 

M

1. Manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas dimuntahkan

Makna: segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak

2. Mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap

Makna: jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan Kembali lagi

3. Maling berteriak maling

Makna: mendahului orang menyorakkan sesuatu kesalahan atau kejahatan supaya tidak dituduh orang

 

N

1. Nyawa bergantung di ujung kuku

Makna: dalam keadaan yang sulit dan berbahaya

2. Nasi gersendok tidak termakan

Makna: tidak dapat merasakan atau mengenyam apa yang didapatnya atau belum menjadi rezekinya

3. Nasi sudah menjadi bubur

Makna: tidak dapat memperbaiki perbuatan yang sudah terlanjur terjadi

4. Napas tidak sampai ke hidung

Makna: sibuk sekali

 

Baca juga: Majas – Pengertian, Jenis-Jenis, beserta Contoh Majas

 

O

1. Orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi

Makna: mendapatkan keinginannya

2. Ombak yang kecil jangan diabaikan

Makna: perkara kecil yang mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan juga

3. Orang dahaga diberi air

Makna: menolong orang yang kesusahan; memberi pelajaran kepada orang yang sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya

 

P

1. Padi masak, jagung mengupih

Makna: mendapat keuntungan dengan berlipat ganda

2. Panas tidak sampai petang

Makna: bertambah susah

3. Perut panjang sejengkal

Makna: merasa kecewa atau tidak senang

 

R

1. Rajin mengais tembolok berisi

Makna: kalau rajin bekerja atau mencari nafkah, rezeki akan bertambah

2. Ringan tulang, berat perut

Makna: barang siapa yang rajin bekerja, tentu mendapat rezeki

3. Rumput mencari kuda

Makna: perempuan yang mencari laki-laki

 

S

1. Seperti cincin dengan permata

Makna: cocok sekali atau sesuai benar

2. Sampan ada, pengayuh tidak

Makna: hendak melakukan sesuatu, tetapi tidak lengkap syarat-syaratnya

3. Satu nyawa, dua badan

Makna: sehidup semati

4. Seperti gajah masuk kampung

Makna: orang yang berkuasa dapat berbuat sekehendak hati dalam lingkungan orang yang lemah

5. Seperti tikus masuk perangkap

Makna: orang yang sudah kehilangan akala tau amat galisah

 

T

1. Tahu makan, tahu simpan

Makna: dapat meyimpan rahasia baik-baik

2. Tajam pisau karena diasah

Makna: orang yang rajin belajar akan menjadi orang pandai

3. Tak ada kusut yang tak selesai

Makna: tidak ada perselisihan yang tidak dapat didamaikan

4. Tak ada laut yang tak berombak

Makna: setiap pekerjaan atau usaha selalu ada risiko dan kesukarannya

 

U

1. Umpan habis, ikan tak kena

Makna: usaha yang tidak mendatangkan hasil sedikit juga, bahkan merugi

2. Utang emas boleh dibayar, utang budi dibawa mati

Makna: budi baik orang hanya dapat berbalas dengan kebaikan pula

3. Undang-undang berbatu hitam

Makna: hukum yang baik dan tidak berat sebelah

 

W

1. Wau melawan angin

Makna: perbuatan yang sia-sia

 

Y

1. Yang lahir menunjukkan yang batin

Makna: kelakuan orang menunjukkan tabiatnya atau perasaan hatinya

2. Yang tajam tumpul, yang bisa tawar

Makna: melalui musyawarah dan perkataan yang baik, semua masalah dapat selesai

3. Yang tinggi tampak jauh, yang dekat jolong bersua

Makna: pemimpin bertanggung jawab atas segala sesuatu, tetapi pemimpin juga akan mendapat puji dan cela

 

Z

1. Zaman beralih, musim bertukar

Makna: segala sesuatu hendaknya menyesuaikan dengan keadaan zaman

 

Itulah contoh peribahasa dan artinya dalam bahasa Indonesia dari A sampai Z. Tak hanya itu,  sebenarnya masih banyak lagi contoh peribahasa dalam bahasa Indonesia. Bagaimana? Sudah tahukah kalian mengerti peribahasa-peribahasa tersebut beserta artinya?

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai bahasa Indonesia, silakan klik di sini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *