oleh

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Beserta Strukturnya

-MATERI, SMP-644 dilihat

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam – Halo, Karib Bahasa! Pernahkah kalian mencari tahu bagaimana dan mengapa suatu fenomena alam bisa terjadi? Jika belum, kalian bisa mengetahui mengenai proses terjadinya fenomena alam dalam sebuah teks eksplanasi.

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan atau memaparkan mengenai suatu peristiwa, baik itu berupa peristiwa alam, sosial, maupun budaya. Peristiwa alam, misalnya proses banjir, tsunami, gempa bumi, pelangi, dsb. Peristiwa sosial atau budaya, misalnya proses menjalankan ibadah keagamaan, kemiskinan, kemacetan, dsb.

Dalam membuat teks eksplanasi, kita harus memerhatikan struktur dan kaidah kebahasaan teks tersebut agar lebih jelas, terstruktur, dan mudah dipahami. Sebelum membaca mengenai contoh-contoh teks eksplanasi, kita harus memahami terlebih dahulu mengenai struktur dari teks eksplanasi.

Struktur Teks Eksplanasi

1. Identifikasi Fenomena (Pernyataan Umum)

Struktur yang pertama ialah identifikasi fenomena atau pernyataan umum. Pada bagian ini berisi pernyataan umum atau penjelasan awal berupa pengertian, latar belakang, keadaan umum, atau tema yang akan disampaikan.

2. Proses Kejadian (Deretan Penjelas)

Struktur yang kedua, yaitu proses kejadian atau deretan penjelas. Bagian ini menjelaskan mengenai penjelasan atau rangkaian terjadinya suatu peristiwa/kejadian yang dipaparkan secara rinci dan bertahap dari awal hingga peristiwa akhir.

3. Ulasan (Interpretasi)

Struktur yang ketiga, yaitu ulasan atau interpretasi. Bagian ini berisi penafsiran, pemaknaan, penyimpulan, atau pernyataan tentang topik peristiwa yang sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya.

Berikut ini beberapa contoh teks eksplanasi beserta dengan strukturnya.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam

 

Contoh 1 – Gempa Bumi

Penulis: Adnan Suryadinata

Gempa Bumi

Gempa Bumi adalah Bencana Alam, Kenali Penyebab dan Tanggap Menghadapinya - Hot Liputan6.com

Identifikasi Fenomena/Pernyataan Umum:

Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi.

Proses Kejadian/Deretan Penjelasan:

Gempa bumi terjadi karena adanya guncangan tanah secara tiba-tiba. Lalu, proses terjadinya gempa bumi disebabkan oleh lewatnya gelombang seismik melalui bebatuan bumi. Gelombang seismik yang dimaksud adalah hasil ketika energi yang tersimpan di kerak bumi yang tiba-tiba dilepaskan. Gempa bumi yang getarannya sangat kuat dapat menyebabkan kerusakan di permukaan bumi, yaitu berupa hancurnya bangunan, rumah, fasilitas umum dan jatuhnya korban jiwa.

Ulasan/Interpretasi:

Dikarenakan gempa bumi adalah peristiwa alam yang tidak is akita ketahui kapan terjadi serta dapat menimbulkan kerugian bahkan korban jiwa, maka terdapat beberapa solusi yang bisa dilakukan jika terjadi gempa, yaitu dengan cara menyiapkan tas siaga bencana, kenali tempat berlindung, melakukan simulasi untuk menghadapi bencana, menyimpan daftar nomor-nomor penting, mencari tempat yang aman, dan menjauhi bangunan dan cari tempat terbuka.

Baca juga: Teks Eksposisi

Contoh 2 – Petir

Penulis: Azka Natasyah

Proses Terjadinya Petir

Petir Terganas di Dunia Berada di Kota Depok, yang Terparah Terjadi Pada Bulan ini

Identifikasi Fenomena/Pernyataan Umum:

Petir merupakan peristiwa peluahan listrik antara suatu awan bermuatan dengan bumi atau antara awan bermuatan dengan awan bermuatan lainnya/proses pelepasan muatan listrik (electrical discharge) yang terjadi di atmosfer. Fenomena ini sering terjadi pada musim hujan di saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Sulit memprediksi kapan waktu akan terjadinya petir.

Proses Kejadian/Deretan Penjelasan:

Fenomena ini terjadi akibat loncatan muatan dalam jumlah yang sangat besar karena adanya perbedaan muatan di awan dan di bumi. Pada saat muatan listrik berkumpul di dalam awan dan posisi awan semakin tinggi, muatan awan akan terlibat dalam turbulensi udara. Hal ini menyebabkan muatan listrik awan bergerak secara cepat dan terus menerus.

Setelah itu, pergerakan ini akan membuat muatan positif dan muatan negatif memisahkan diri. Bagian atas awan akan mengumpulkan muatan positif, sedangkan muatan negatif akan terkumpul di bagian bawah awan. Muatan negatif pada bagian bawah awan memiliki kecenderungan untuk berikatan dengan muatan positif yang ada di bumi. Jika muatan negatif pada dasar awan sudah cukup besar, aliran muatan negatif dari awan akan menuju ke bumi.

Ketika petir meyambar, akan terjadi pertukaran muatan negatif dari awan dengan muatan positif dari bumi. Saat pertemuan muatan negatif dan muatan positif inilah kita melihat pertir dan suara guruh. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan negatif dari awan ke bumi atau sebaliknya.

Ulasan/Interpretasi:

Petir lebih sering terjadi pada musim, karena pada saat tersebut udara ngandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasi turun dan arus lebih muda mengalir karen ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif. Oleh karena itu, saat terjadinya hujan segera hindari diri dan juga benda benda yang memiliki potensi menyambar pada listrik dan juga petir sehingga meminimalisir kemungkinan buruk yang akan terjadi.

 

Contoh 3 – Hujan Es

Penulis: Hamzah Sutanto

Hujan Es

Apa Sih Penyebab Terjadinya Hujan Es? Ini 5 Faktanya

Identifikasi Fenomena/Pernyataan Umum:

Hujan es adalah salah satu bentuk presipitasi padat yang terdiri dari bola-bola es yang tidak beraturan. Bola bola es tersebut dapat mengukur dari 5 mm hingga 15 cm. Hujan es lebih sering terjadi di area yang mempunyai cuaca dingin.

Proses Kejadian/Deretan Penjelasan:

Hujan es terbentuk di awan badai petir kuat yang memiliki aliran ke atas yang intens, kandungan air cair yang tinggi, jangkauan vertikal yang besar, tetesan air yang besar, dan di mana sebagian besar lapisan awan berada di bawah titik beku (0°C). Hujan es dimulai sebagai tetesan air. Saat tetesan naik dan suhu turun di bawah titik beku, mereka menjadi air yang sangat dingin dan akan membeku saat kontak dengan inti kondensasi. Hal ini membuat batu es yang jatuh ke dalam hujan es sehingga memiliki lapisan sama seperti bawang.

Ulasan/Interpretasi:

Hujan es tidak seperti bentuk presipitasi lainnya seperti hujan atau salju karena hujan es adalah sebuah persipitasi padat. Hujan es bisa melukai fauna dan flora karena jatuh dengan kecepatan yang sangat cepat. Karena hujan es berbahaya, maka disararankan untuk tetap di dalam rumah jika terjadi hujan es.

Baca juga: Teks Berita

Contoh 4 – Tsunami

Penulis: Calarissa Larasati

Tsunami

Penyebab Terjadinya Tsunami, Kenali Tanda-Tanda dan Cara Menyelamatkan Diri - Hot Liputan6.com

Identifikasi Fenomena/Pernyataan Umum:

Tsunami adalah gelombang laut yang besar dan datang menerjang kawasan pantai. Gelombang tersebut terbentuk karena gempa bumi atau gunung meletus di bawah laut. Besarnya gelombang dapat menyebabkan banjir dan kerusakan ketika masuk ke daratan.

Proses Kejadian/Deretan Penjelasan:

Proses terjadinya tsunami terjadi saat pergerakan secara vertikal pada lempeng yang berupa patahan. Patahan itu akan membuat air naik yang dinamakan gempa bumi. Dari sini lah keseimbangan air terganggu dan menyebabkan gelombang tsunami.

Ulasan/Interpretasi:

Tsunami memang salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri. Namun, kita juga tidak perlu khawatir karena tidak semua tsunami membentuk gelombang yang besar dan tidak semua gempa bumi dan letusan gunung akan berpotensi tsunami.

 

Contoh 5 – Banjir

Penulis: Laras Sharikha Rasifah

Banjir

Banjir Brasil Rendam Nyaris 40 Kota, 18 Orang Tewas - Global Liputan6.com

Identifikasi Fenomena/Pernyataan Umum:

Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Banjir adalah keadaan di mana suatu daerah tergenang oleh air dalam jumlah besar. Kedatang banjir dapat diprediksi dengan memperhatikan curah hujan dan aliran air. Namun, terkadang banjir dapat datang secara tiba-tiba akibat dari angin badai atau yang biasa disebut banjir bandang.

Proses Kejadian/Deretan Penjelasan:

Banjir terjadi karena volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar dari sungai itu. Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar, kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain. Banjir juga dapat terjadi di sungai. Ketika aliran sungai melebihi kapasitas saluran air, tertama di kelokan sungai.

Ulasan/Interpretasi:

Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di daratan banjir sungai alami. Banjir memang telah menjadi salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan terbesar saat terjadi banjir tersebut terjadi di permukiman penduduk sehingga menyeret dan merusak apa saja yang dilaluinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi bencana ini.

 

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian, struktur, dan contoh teks eksplanasi fenomena alam. Semoga dapat bermanfaat dan makin suka pembelajaran bahasa Indonesia. Untuk tulisan lainnya silakan cek sini.

 

Daftar Pustaka:

Kosasih, E. 2019. Jenis-jenis Teks ; Fungsi, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan. Bandung: Penerbit Yrama Widya.

Waluyo, Budi. 2020. Bahasa dan Sastra Indonesia 2. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *