oleh

Puisi: Keterbatasan Keterbebasan

-Puisi-137 views
Pandang mata gelap gulita.
Warna-warni cuma jadi ilusi.
Indahnya dunia pun sebatas cerita.
Sisanya adalah imaji.
Banyak orang bilang bising,
sedang yang kurasa hanya hening.
Aku dirundung sepi
dalam semua yang sunyi.
Untuk saling berhubungan,
tiada mampu lewat lisan.
Sudah tercipta bahasa isyarat,
masih terasa ada sekat.
Langkah jalan yang terpincang.
Raih tangan yang terhalang.
Masih aku syukuri
jalani segala rupa hidup ini.
Kita manusia berbeda;
sedikit sama hampir tiada.
Kamu bilang keadilan,
Aku yang dilupakan.
Kita manusia berbeda:
kamu bebas bermimpi
berbareng langkahku kian terhenti
karena kerap dibatasi.
Kita manusia berbeda:
cita adalah milikmu yang sempurna
dan buatku dipandang sebelah mata.
Kita manusia berbeda
yang waktu pulangnya tetap sama:
menghadap pada Semesta
yang punya segala Maha.
Karya:
Atlasa Bagja, Garut
Instagram: @atlasabagja

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *