oleh

Puisi Singkat Tentang Cinta Karya Sapardi Djoko Damono

-Puisi-82 dilihat

Puisi Singkat Tentang Cinta – Halo, Karib Bahasa! Ketika seseorang sedang merasa kesepian, sedih, patah hati, kecewa, jatuh cinta, bahagia, atau putus cinta biasanya mereka mencari kata-kata atau quotes yang cocok untuk menggambarkan perasaannya saat itu.

Karena dengan membaca sesutau yang sesuai dengan isi hatinya akan membuat seseorang merasa ada orang lain yang merasakan hal yang sama juga sepertinya.

Puisi bisa menjadi alternatif dalam mengungkapkan perasaan apa yang sedang seseorang rasakan. Selain itu, puisi berisi kata-kata dengan bahasa yang indah yang mampu membuat orang lain hanyut ke dalam tulisan tersebut.

Dengan demikian, puisi dapat membuat perasaan seseorang larut dalam puisi tersebut jika isi puisinya sama seperti yang sedang dirasakan.

Kumpulan Puisi Singkat Tentang Cinta Karya Sapardi Djoko Damono

Pengertian Puisi

Puisi adalah salah satu genre sastra yang berisi ungkapan penyair, mengandung rima dan irama, serta diungkapkan dengan pilihan kata yang cermat dan tepat.

Bahasa yang digunakan penyair dalam puisi harus mewakili rasa dan pesan yang hendak disampaikan. Ada kecenderungan penyair untuk selalu menyampaikan pesan atau amanat melalui puisinya.

Singkatnya, puisi adalah ungkapan isi atau perasaan penyair yang dituangkan dengan kata atau bahasa yang indah.

Contoh Puisi Cinta Karya Sapardi Djoko Damono

Salah satu sastrawan Indonesia spesialisasi puisi cinta ialah Sapardi Djoko Damono. Ia terkenal karena puisi-puisinya yang romantis dan menyentuh.

Bahkan, dengan puisi yang singkat ia bisa membuat sang pembaca terhanyut ke dalam puisinnya. Yuk simak puisi-puisi karya Sapardi yang mungkin saja pas dengan perasaan kamu saat ini!

DI DEPAN PINTU

di depan pintu: bayang-bayang bulan

terdiam di rumput. Cahaya yang tiba-tiba pasang

mengajaknya pergi

menghitung jarak dengan sunyi

SEHABIS PERCAKAPAN

sehabis percakapan pendek

warna-warna menyisih

ke putih; tamasya di luar

sia-sia menunggu

HAWA DINGIN

dingin malam memang tak pernah mau

menegurmu, dan membiarkanmu telanjang;

berdiri saja ia di sudut itu

dan membentakku, “Ia hanya bayang-bayang!”

“Bukan, ia tulang rusukku,” sahutku

sambal menyaksikan mendadak menyebar

ke seluruh kamar – yang tersisa tinggal abu

sesudah kita berdua habis terbakar

Baca juga: Chairil Anwar: Biografi dan Karya

AUBADE

percik-percik cahaya. Lalu Kembali hijau namamu,

daun yang menjelma kupu-kupu, ketika anak-anak bernyanyi –

melintas di depan jendela itu

lalu kembeli cahaya sebutanmu, hatiku pagi ini

AKU TENGAH MENANTIMU

aku tengah menentimu, mengejang bunga randu alas

di pucuk kemarau yang mulai gundul itu

berapa juni saja mengucup dalam diriku dan kemudian layu

yang telah hati-hati kucatat, tapi diam-diam terlepas

awan-awan kecil melintas di atas jembatan itu, aku menentimu

musim kemarau mengembun di antara bulu-bulu mataku

kudengar telah mengembun di antara bulu-bulu mataku

kudengar berulang suara gelombang udara memecah

nafsu dan gairah telanjang di sini, bintang-bintang gelisah

telah rontok kemarau-kemarau yang tipis; ada yang mendadak

sepi

di tengah riuh bunga randu alas dan kembang turi aku pun

menanti

barangkali semakin jarang awan-awan melintas di sana

dan tak ada, kau pun, yang merasa ditunggu begitu lama

PAGI

ketika angin pagi tiba kita seketika tak ada

di mana saja. Di mana saja bayang-bayang gema

cinta kita

yang semalam sibuk menerka-nerka

di antara meja, kursi, dan jendela? Kamar

berkabut setiap saat kita berada,

jam-jam terdiam

sampai kita gaib begitu saja. Ketika angin

pagi tiba tak terdengar “Di mana kita?” –

masing-masing mulai kembali berkelana

cinta yang menyusur jejak cinta

yang pada kita tak habis-habisnya mereka

KATA

“Ada sepatah kata bergerak ke sana ke mari jauh dalam

dirimu; biarkan saja, ia tak punya bahasa.”

Tapi ia suka membangunkanku.

“Biarkan saja. Ia toh akhirnya akan menyadari bahwa bukan

yang kaucari, dan akan mengembara lagi jauh dalam

dirimu jika kau terjaga dan tenang kembali.”

Tapi aku tak bisa lagi terjaga.

Itulah puisi singkat tentang cinta karya Sapardi Djoko Damono. Meskipun singkat, puisi-puisi karya beliau sangatlah menyentuh dan membuat haru.

Semoga dari puisi-puisi tersebut ada yang menggambarkan perasaan hati para karib bahasa, ya! Untuk tahu lebih banyak mengenai bahasa Indonesia, silakan klik sini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *