oleh

Tanda Koma Digunakan untuk Apa?

Tanda Koma Digunakan untuk – Halo, Karib Bahasa! Kalian pasti tidak asing lagi kan melihat simbol-simbol seperti tanda titik, koma, petik, seru, dan sebagainya ketika membaca? Tanda-tanda tersebut bahkan tidak pernah luput dari sebuah kalimat atau bacaan. Nah, tanda-tanda ini ialah tanda baca. Tanda baca itu memiliki beragam jenis, lho. Untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasan berikut ini!

tanda koma digunakan untuk

Bingung pemakaian tanda koma digunakan kapan saja?

Pengertian Tanda Baca

Menurut KBBI, tanda baca merupakan tanda yang dipakai dalam sistem ejaan. Tanda-tanda tersebut meliputi tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik koma (;), tanda titik dua (:), tanda hubung (-), tanda pisah (—), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda elipsis (…), tanda petik (“…”), tanda petik tunggal (‘…’), tanda kurung ((…)), tanda kurung siku ([…]), tanda garis miring (/), dan tanda penyingkat atau apostrof (‘).

 

Dalam bahasa Indonesia, simbol yang berbeda-beda tersebut melambangkan tanda baca. Pembeda tersebut berfungsi untuk menunjukkan tata kata dan struktur pada suatu tulisan. Selain itu, tanda baca juga berfungsi sebagai tanda untuk mengatur intonasi dan jeda ketika sedang membaca.

 

Salah satu tanda baca yang paling sering muncul dalam bacaan dan tulisan ialah tanda koma. Namun, tanda koma juga menjadi salah satu tanda baca yang pemakaiannya masih sering keliru atau terabaikan. Untuk itu, pada artikel kali ini akan membahas mengenai materi pemakaian tanda koma. Yuk, simak baik-baik penjelasan berikut ini!

 

Pengertian Tanda Koma

tanda koma digunakan untuk

Tanda koma adalah tanda baca yang memiliki bentuk mirip dengan tanda petik tunggal, tetapi letaknya berada pada garis dasar teks. Tanda ini berfungsi untuk memisahkan unsur dalam suatu perincian, memisahkan nama orang dari gelar akademik yang mengiringinya, memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat, mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi dalam kalimat, dan lain sebagainya.

 

Pemakaian Tanda Koma

Berikut ini ialah penjelasan mengenai pemakaian tanda koma beserta contoh.

1.Tanda koma dipakai antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan

Contoh:

  • Buku, majalah, dan jurnal termasuk sumber kepustakaan.
  • Alif membeli kertas, spidol, dan papan tulis.
  • Puisi, cerpen, dan drama termasuk ke dalam karya sastra.
  • Satu, dua, … tiga!

 

2. Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk setara.

Contoh:

  • Adik ingin menjadi juara kelas, tetapi malas membaca buku.
  • Buku ini bukan milik Andin, melainkan milik Andri.
  • Ayah ingin makan bubur, sedangkan ibu ingin makan nasi uduk.

Baca juga: Soal Ejaan Bahasa Indonesia

3. Tanda koma berguna untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.

Contoh:

  • Kalau mereka bilang, saya pasti datang.
  • Karena pintar, ia menjadi juara kelas.
  • Agar badan sehat dan bugar, kita harus rajin olahraga.

Catatan:

Tanda koma tidak berfungsi jika induk kalimat mendahului anak kalimat.

Contoh:

  • Saya pasti datang kalau mereka bilang
  • Dia menjadi juara kelas karena pintar
  • Kita harus rajin olahraga agar badan sehat dan bugar.

Penggunaan Tanda Koma

4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.

Contoh:

  • Mahasiswa itu aktif mengikuti komunitas-komunitas kampus. Oleh karena itu, dia memiliki banyak teman.
  • Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. Jadi, wajar jika dia hebat dalam menulis.
  • Dina memang terlihat jutek. Meskipun demikian, ia sangat asyik ketika diajak berdiskusi.

 

5. Tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang berfungsi sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau

Contoh:

  • O, begitu?
  • Wah, indah sekali bunga mawar milikmu!
  • Hati-hati, ya, lantainya licin!
  • Bu, kapan kita pergi berlibur?
  • Siapa yang mengantarmu, Nak?

 

6. Tanda koma berguna untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Contoh:

  • Kata ayah saya, “Kita harus banyak perbanyak minum air putih supaya sehat.”
  • “Kita harus sering berbagi dalam hidup ini,” kata nenek saya, “karena manusia adalah makhluk sosial.”

Catatan:

Tanda koma tidak berlaku untuk memisahkan petikan langsung yang berupa kalimat tanya, kalimat perintah, atau kalimat seru dari bagian lain yang mengikutinya.

Contoh:

  • “Berapa kamu membeli buku itu?” tanya Bu Laras.
  • “Masuk ke kamar kamu sekarang!” perintah ayah.
  • “Wow, indahnya pantai ini!” seru wisatawan itu.

Baca juga: Majas – Pengertian, Jenis-Jenis, beserta Contoh Majas

7. Tanda koma dipakai antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Contoh:

  • Sdr. Kurnia, Jalan Ikan Hias II/09, Kelurahan Cinere, Kecamatan Limo, Kota Depok 16514
  • Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, Jalan Pemuda, Jakarta Timur
  • Magelang, 18 Maret 1995
  • Tokyo, Jepang

Penjelasan 2

8. Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunanya dalam daftar pustaka.

Contoh:

  • Kurnia, Alif. 2018. Kamus Bahasa Internasional. Jakarta: Singgah Jaya.
  • Alamsyah, Halim. 2018. Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Digital. Bandung: Jaya Abadi.

 

9. Tanda koma digunakan antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir.

Contoh:

  • Abdul Chaer, Linguistik Umum, Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Merdeka, 1980), hlm. 220.
  • W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia, 1967), hlm. 57.

 

10. Tanda koma dipakai antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya untuk membedakanya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Contoh:

  • Ny. Fatimah, S.Pd.
  • Indra Surya Lesmana, M.Hum.
  • Siti Sulalah, S.H., M.H.

Catatan:

Bandingkan dengan Andin Saputri, M.A. dengan Andin Saputri M.A. (Marsya Amrullah).

Baca juga: Penulisan Huruf Kapital yang Baik dan Benar

11. Tanda koma digunakan sebelum angka desimal atau antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

Contoh:

  • 18,9 m
  • 59,2 kg
  • Rp800,00

Pemakaian Tanda Koma

12. Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi.

Contoh:

  • Masyarakat banyak melaporkan keluhan seputar keamanan desa, misalnya, kehilangan uang dan beberapa barang berharga.
  • Semua siswa, baik laki-laki maupun perempuan, harus mengikuti pelatihan kepemimpinan.
  • Pejabat yang bertanggung jawab, sebagaimana pada ayat (3), wajib menindaklanjuti laporan paling lama empat belas hari.

Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak terdapat tanda koma!

  • Siswa yang lulus dengan nilai tinggi akan menerima penghargaan dari kepala sekolah.

Penjelasan 3

13. Tanda koma dapat dipakai di belakang keterangan yang dapat pada awal kalimat untuk menghadiri salah baca atau salah pengertian.

Contoh:

  • Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, kita akan belajar mengenai bahasa dan sastra.
  • Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih.

Bandingkan dengan:

  • Dalam pembelajaran bahasa Indonesia kita akan belajar mengenai bahasa dan sastra.
  • Atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.

 

Itulah penjelasan mengenai materi pemakaian tanda koma dalam bahasa Indonesia. Semoga penjelasan tersebut dapat menambah pengetahuan kamu untuk lebih teliti dan tepat dalam penggunaan tanda baca, ya!

 

Untuk membaca materi lainnya, silakan klik sini.

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *