oleh

Teks Berita

Teks Berita – Taukah kamu Covid-19 itu pertama kali Covid-19  ada itu di mana? Lalu, bagaimana masyarakat bisa mengetahui adanya wabah Covid-19? Informasi mengenai adanya Covid-19 disampaikan melalui berita. Berita bertujuan untuk menyampaikan kabar atau berita yang ada di sekitar atau di mana pun. Dengan adanya berita akan membantu kita dalam menerima informasi terkini yang ada di penjuru dunia.

Berdasarkan pernyataan tersebut, apakah berita itu penting atau tidak? Ya, berita itu sangat penting karena dengan adanya berita kita dapat mengetahui semua hal yang sedang terjadi disekitar atau di belahan dunia manapun.

Dahulu, berita disampaikan dari mulut ke mulut. Namun, pada zaman modern ini, kita bisa mendapatkan berita dalam hitungan menit atau hitungan detik. Hal tersebut menunjukkan bahwa berita itu sangat penting.

Taukah kalian apa itu pers? Pers adalah orang yg bergerak dalam bidang penyiaran berita. Dalam pers, ada yang namanya wartawan atau jurnalis. Wartawan atau jurnalis orang yg meliput berita/peristiwa

Berita disajikan dalam bentuk siaran, cetak, internet, atau pun mulut ke mulut yang menyabar ke masayarakat luas. Berita dapat ditemukan di media massa, yaitu media cetak dan media elektronik. Namun, karena perkembangan zaman yang semakin canggih, kini berita lebih banyak disampaikan melalui media elektronik.

Menurut KBBI V, cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar. Berita adalah kabar, informasi, atau laporan pers. Berita bertujuan untuk menyampaikan informasi yang umumnya bersifat faktual dan aktual.

Untuk memahami lebih dalam mengenai berita, mari simak mengenai ciri-ciri, unsur-unsur jenis-jenis, struktur teks berita.

Ciri-ciri Berita

1.Faktual

Berdasarkan dengan fakta yang ada di lapangan.

2.Aktual

Terkini dan disampaikan dengan segera dan lengkap.

3.Unik dan menarik

Dapat menarik pertatian pembaca untuk membaca berita yang disampaikan.

4.Seimbang

Bersifat netral dan tidak memihak.

5. Sistematis dan lengkap

Disusun berdasarkan struktur dan kaidah kebahasaan.

6. Komunikatif

Kalimat yang digunakan sederhana dan mudah dimengerti

7.Objektif

Disampaikan apa adanya tanpa dibuat-buat.

 

Unsur-unsur Berita

Unsur dalam berita mencakup ADIKSIMBA (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana) atau biasa dikenal dengan 5W + 1H (what, where, when, who, why, and how).

 

Jenis-jenis teks berita

1.Berita langsung – straight news – berita keras (hard news)

a. Berita keras – hard news

Berisi laporan peristiwa politik, ekonomi, masalah social, dan kriminalitas

b. Berita lunak – soft news

Berisi tentang hal-hal seperti olahraga, kesenian, hiburan, hobi, elektronika

c. Berita mendalam – depth news

 

2. Berita Investigasi – investigation news

Berita penyelidikan/penelitian dari berbagai sumber yang berupa hasil penyelidikan seseorang atau tim wartawan secara lengkap dan mendalam pelaporannya.

 

3. Berita Interpretatif – interpretative news

Berisi pendapat atau opini penulis.

 

Pengelompokan informasi dalam teks berita

1.Informasi penting

Pokok-pokok informasi yang terangkum dalam unsur-unsur berita, yaitu ADIKSIMBA. Keenam pertanyaan tersebut berada pada bagian kepala berita (lead) dan tubuh berita.

Unsur-unsur berita pada kepala dan tubuh berita:

  1. Apa peristiwanya?
  2. Siapa yang mengalami peristiwa itu?
  3. Di mana terjadinya peristiwa itu?
  4. Kapan terjadinya peristiwa itu?
  5. Mengapa peristiwa itu terjadi?
  6. Bagaimana proses peristiwanya?

Susunan dari unsur-unsur berita itu bisa bervatiatif, misalnya ada yang didahului oleh “apa”, ada pula yang diawali dengan “kapan”. Pertanyaan bagaimana biasanya ditempatkan pada bagian badan berita.

2. Informasi tidak penting

Informasi tidak terlalu penting tersebut disebut dengan uraian. Letaknya berada pada bagian ekor berita.

 

Struktur Teks Berita

Struktur teks berita tersaji dalam bentuk piramida terbalik.

Stuktur Teks Berita

Dengan penyajian informasi dengan piramida terbalik, maka segi kepentingan suatu informasi semakin ke bawah semakin berkurang. Informasi paling penting terletak pada bagian atas. Jadi, ketika tidak memiliki cukup waktu untuk mendengarkan atau membaca informasi secara keseluruhan, cukup memperhatikan bagian awalnya untuk dapat memahami informasi pokok yang merangkum keseluruhan isi.

1.Judul (headline)

Sebagai pintu masuk yang harus disusun dengan baik dan menarik. Disusun sebisa mungkin dengan kalimat yang pendek, tetapi bisa menggambarkan isi berita secara keseluruhan. Judul sebagai penentu daya kemenarikan berita. Judul diperoleh dari topik atau tema, dan isi berita.

2. Kepala/teras berita (lead)

Sangat penting karena sebagai daya kemenarikan sebuah berita. Mencantumkan maksud utama judul.

3. Tubuh berita

Uraian informasi penting.

4. Ekor berita

Informasi tidak penting yang biasanya berisi pengulangan yang telah disampaikan sebelumnya.

 

Sumber berita

  1. Observasi (langsung-tidak langsung)
  2. Wawancara
  3. Penelitian bahan-bahan melalui dokumen publik
  4. Partisipasi dalam peristiwa

 

Kaidah Kebahasaan Teks Berita

Teks berita memiliki kaidah-kaidah tersendiri, yaitu sebagai berikut:

1. Penggunaan Bahasa Baku

Bahasa yang digunakan dalam teks berita harus dapat dimengerti dan diterima oleh setiap orang. Untuk pedoman dalam penulisan teks berita ataupun teks nonfiksi lainnya dapat dipahami dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI), Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dsb.

2. Penggunaan Kalimat Langsung

Sebagai penjelas atau pelengkap dari kalimat tidak langsungnya.

3. Penggunaan Konjungsi Penerang

Berfungsi untuk menjelaskan atau menerangkan. Dalam teks berita, konjungsi penerang yang digunakan yaitu ‘bahwa’. Berkaitan dengan perubahan bentuk kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung

4. Penggunaan Keterangan Waktu dan Tempat

Digunakan sebagai kelengkapan suatu berita. Mencakup unsur kapan dan di mana.

5. Penggunaan Kata Kerja Mental

Kata kerja yang terkait dengan kegiatan hasil pemikiran.

Contoh:

Mengimbau, menyebutkan, menjelaskan, mengajak, mengkritik, menolak, membantah, dll

6. Penggunaan Konjungsi Temporal

Berkaitan dengan pola penyajian berita yang mengikuti pola kronologis (urutan waktu)

Contoh:

Kemudian, setelah itu, sejak, awalnya, dan akhirnya.

Membacakan teks berita

  1. Lafal dan pengucapan yang jelas
  2. Intonasi yang benar
  3. Sikap yang benar

Demikianlah penjelasan mengenai teks berita. Semoga dengan membaca tulisan ini dapat membantu dalam memahami mengenai teks berita. Semoga bermanfaat! Untuk membaca tulisan lainnya, silakan klik sini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru