oleh

Teks Fiksi dan Non fiksi dalam Bahasa Indonesia

Teks Fiksi dan Non fiksi – Halo karib bahasa, kalian pasti sering mendengar istilah fiksi dan nonfiksi kan? Tahukah kalian bahwa teks dalam pembelajaran bahasa Indonesia juga terbagi atas kelompok fiksi dan nonfiksi. Apakah karib bahasa sudah mengetahui perbedaan istilah fiksi dan nonfiksi itu apa? Jika kalian masih bingung dan tertukar dengan istilah fiksi dan nonfiksi, yuk simak penjelasan berikut ini!

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima, makna dari kata fiksi berarti ‘rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan’. Sedangkan nonfiksi berarti ‘yang tidak bersifat fiksi, tetapi berdasarkan fakta dan kenyataan’. Berdasarkan pernyataan tersebut menunjukkan bahwa fiksi berlawanan dengan nonfiksi. Fiksi bersifat khayalan, sedangkan nonfiksi bersifat fakta atau nyata.

Berdasarkan sumber informasinya, yaitu faktual atau imajinatif, jenis-jenis teks dalam pembelajaran bahasa Indonesia dikelompokkan ke dalam tipe fiksi dan nonfiksi. Pengelompokkan tersebut berguna untuk memudahkan dalam mempelajarinya. Selain itu, pengelompkkan tersebut juga sejalan dengan kegiatan literasi yang terdapat dalam kurikulum 2013. Kegiatan berliterasi tersebut terlihat pada jenis bacaan yang bersifat fiksi dan nonfiksi.

Teks Fiksi dan Non fiksi

Berikut ialah penjelasan lengkap mengenai teks fiksi dan non fiksi!

Teks fiksi dan non fiksi dikelompokkan berdasarkan karakteristiknya yang lebih spesifik, yaitu berdasarkan fungsi, struktur, dan kaidah kebahasaannya. Berikut ialah perbedaan tipe fiksi dengan nonfiksi.

teks fiksi dan nonfiksi

Baca juga: Jenis Jenis Teks dalam Pelajaran Bahasa Indonesia

Dari perbedaan tersebut dapat terlihat jelas bahwa teks fiksi dan nonfiksi memiliki cirinya masing-masing yang terlihat dari fungsi, struktur atau penyususunan isi teks, dan dari segi bahasa. Pada teks fiksi relatif menggunakan bahasa sehari-hari, tidak baku, dan kiasan sedangkan pada teks nonfiksi relatif menggunakan bahasa yang baku, formal, dan denotatif.

Berikut ialah jenis-jenis teks fiksi dan non fiksi:

teks fiksi dan non fiksi teks fiksi dan non fiksi

Teks Nonfiksi

1.Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah teks yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek atau keadaan tertentu dengan serinci-rincinya berdasarkan sudut pandang pribadi penulisnya. Objek pada teks ini dapat berupa keadaan alam, hewan, ataupun manusia. Contohnya, hewan yang bernama si Namnam atau orang yang bernama Pak Irfan.

2. Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan mengenai tata cara melakukan sesuatu dengan sejelas-jelasnya. Prosedur sangat perlu untuk membantu seseorang yang akan menggunakan suatu benda atau melakukan kegiatan yang belum jelas cara penggunaannya. Teks ini tidak hanya menjelaskan mengenai penggunaan alat, tetapi dapat pula berisi cara-cara melakukan aktivitas tertentu dan kebiasaan hidup, seperti cara mengatasi banjir, cara memasak makanan, cara berpidato, cara menulis cerpen, dan lain sebagainya. Teks ini juga sering dijumpai dalam majalah, surat kabar, dan internet dengan sebutan resep, kiat, cara jitu, trik, cara pemakaian, atau tips petunjuk penggunaan.

3. Teks Laporan Hasil Obsrvasi

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang membahas mengenai suatu objek umum yang berdasar pada sudut pandang keilmuan secara objektif dengan sejelas-jelasnya. Objek yang dimaksud dalam teks ini dapat berupa fenomena alam, sosial, budaya, dan lain sebagainya. Objek yang dibahas pada teks ini berdasarkan pada fakta-fakta tertentu yang disusun secara sistematis, logis, dan apa adanya.

4. Surat

Surat merupakan media komunikasi tulis antara seseorang atau lembaga dan seseorang atau lembaga lainnya. Sebagai media komunikasi, surat memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan media komunikasi lisan karena lebih leluasa untuk menuangkan hal-hal yang akan disampaikan. Melalui surat, baik atau buruknya permohonan, undangan, perizinan, dan sebagainya dapat menjadi pertimbangan. Pertimbangan tersebut berkenaan dengan diksi, struktur kalimat, ataupun isi dari surat.

5. Teks Berita

Berita adalah kabar atau informasi atau laporan pers. Berita bertujuan untuk menyampaikan suatu informasi yang umumnya bersifat faktual dan aktual. Teks berita memiliki unsur-unsur yang terangkum dalam rumus ADIKSIMBA (Apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana). Keenam pertanyaan tersebut merupakan cara yang berfungsi untuk menemukan unsur-unsur informasi dalam suatu berita.

6. Iklan

Teks yang berfungsi untuk mendorong dan membujuk khalayak agar tertarik pada pesan yang disampaikan disebut dengan iklan. Teks yang memberitahu kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual yang biasanya dimuat pada media massa ataupun tempat-tempat umum.

7. Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah teks yang mengemukakan sejumlah argumen dengan berbagai fakta. Pada teks ini dapat pula terdapat penilaian, sugestu, dorongan, ataupun ajakan-ajakan tertentu kepada khalayak. Bentuk teks ini dapat kalian temui pada media massa, yaitu berupa esai, tajuk rencana, ataupun debat. Dalam teks ini berisi sebuah argument dan fakta-fakta.

8. Teks Eksplanasi

Eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan mengenai suatu peristiwa, baik berupa peristiwa alam, sosial, budaya, ataupun pribadi. Teks ini bertujuan untuk menjelaskan suatu proses peristiwa yang terjadi, misalnya pada peritiwa alam, yaitu proses terjadinya banjir, gunung meletus, pada peristiwa sosial atau budaya, yaitu proses menjalankan ibadah, kemacetan, dan lain sebagainya.

9. Teks Ulasan

Teks ulasan adalah teks yang membahas suatu karya, entah buku, film, lukisan, lagu, dan lain sebagainya. Ketika mengulas suatu karya, seseorang akan mengemukakan tafsiran dan pandangannya dengan argumen-argumen dan sejumlah fakta. Berdasarkan isi atau objek yang diulas, teks ulasan dapat bermacam-macam, seperti ulasan untuk novel dan kumpulan cerpen. Sedangkan berdasarkan objek tanggapannya, teks ulasan dapat berupa film, drama, lagu, buku ilmu mengetahuan, lukisan, dan karya-karya lainnya.

10. Teks Persuasi

Teks persuasi adalah teks yang berisi ajakan atau bujukan yang berisi pernyataan-pernyataan yang bertujuan untuk mendorong seseorang untuk mengikuti harapan atau keinginan penulis. Sebagai teks yang bersifat ajakan, pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam teks cenderung untuk mempromosikan sesuatu pada khalayak. Teks ini berfungsi untuk menyampaikan bujukan, imbauan, saran, ajakan, dan pertimbangan mengenai berbagai permasalahan aktual. Permasalahan tersebut dapat berupa lingkungan hidup, kondisi sosial, dan atau keberagaman budaya. Bentuk teks ini dapat berupa pidato, surat, kampanye politik, ataupun artikel.

11. Teks Laporan Percobaan

Teks laporan percobaan adalah teks yang melaporkan kegiatan percobaan yang berawal dari rumusan, tujuan, hingga simpulan. Percobaan pada teks ini dapat berupa makanan, siklus air dan udara, dan peristiwa-peristiwa alam lainnya. Teks ini menyatakan hasil dari kegiatan percobaan yang pernah terjadi sebelumnya. Sedangkan laporannya berisi sejumlah fakta tentang hasil-hasil yang diperoleh melalui percobaan tersebut.

12. Teks Pidato

Teks pidato adalah teks yang  berisi ajakan atau bujukan secara lisan kepada khalayak.  Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada teks mendorong seseorang untuk mengikuti harapan atau keinginan-keinginan pembacanya.

13. Teks Tanggapan

Teks tanggapan adalah teks yang berisi pendapat yang berupa kritik, sanggahan, ataupun pujian mengenai suatu peristiwa, fenomena, atau tentang suatu karya, misalnya buku ilmu pengetahuan, film, pementasan drama, album lagu, dan lukisan. Isi teks ini dapat berupa penilaian tentang kelebihan dan kekurangan dari objek.

14. Teks Diskusi

Diskusi menyajikan mengenai sejumlah pendapat dari beberapa sudut pandang yang terkait dengan permasalahan tertentu. Diskusi dapat kita temukan pada kegiatan-kegiatan sosial, kegiatan sekolah, misalnya pada rapat penyusunan kegiatan osis, atau rapat RT mengenai masalah sampah. Pada kegiatan tersebut, seseorang dapat mengajukan pendapat yang berbeda-beda, ada pendapat yang mendukung (pro) dan ada yang bertentangan (kontra). Pendapat-pendapat tersebut kemudian diberi evaluasi dan simpulan. Dalam bahasa tertulis, teks seperti ini dapat kita jumpai dalam bentuk artikel.

15. Teks Cerita Inspirasi (Biografi)

Nama lain dari cerita inspirasi ialah narasi faktual atau teks biografi. Teks ini berisi mengenai cerita seseorang yang berdasar pada fakta-fakta. Teks ini merupakan teks yang mengisahkan mengenai tokoh atau pelaku, peristiwa, dan masalah yang sedang terjadi. Misalnya biografi dan kisah pejalanan. Kedua teks ini bentuknya narasi yang terbentuk oleh tiga unsur utama,yaitu penokohan, latar, dan alur.

 

Teks Fiksi

1.Teks Cerita Fantasi

Cerita fantasi adalah cerita yang sepenuhnya berkembang dengan berdasar pada imajinasi atau khayalan. Salah satu ciri dari cerita fantasi ialah tidak mungkin ceritanya terjadi pada dunia nyata. Beberapa cerita rakyat seperti fabel dan lagenda termasuk ke dalam jenis cerita fantasi. Hal tersebut terjadi karena dalam cerita rakyat banyak mengandung peristiwa-peristiwa di luar nalar.

2. Puisi Rakyat

Puisi lama merupakan sebutan lain dari puisi rakyat yang merupakan jenis puisi yang berkembang menjadi tradisi masyarakat. Penyebarannya melalui lisan dan bentuknya terikat dengan berbagai ketentuan, seperti banyaknya larik pada setiap bait, banyaknya suku kata, ataupun rimanya. Puisi lama ini biasanya berfungsi untuk acara upacara-upacara adat atau dalam pergaulan sehari-hari. Contoh puisi lama ialah pantun, gurindam, karmina, syair, dan lain sebagainya.

3. Cerita Rakyat

Cerita rakyat merupakan cerita yang berkembang pada kehidupan masyarakat dan penyampaiannya melalui turun-temurun. Selain berfungsi sebagai media hiburan, cerita rakyat juga berguna sebagai sarana pendidikan untuk menyampaikan pesan-pesan moral. Cerita rakyat bersifat anonim alias tidak jelas pengarangnya karena penyampaiannya melalui mulut ke mulut atau turun-temurun. Cerita rakyat bersifat khas dengan latar dan penokohannya, yaitu menggambarkan kondisi kehidupan dan budaya masayarakat tertentu.

Baca juga: Penulisan Huruf Kapital yang Baik dan Benar

4. Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita pendek atau cerpen adalah cerita rekaan yang pada umumnya bertemakan sederhana dan wujud fisiknya berbentuk pendek. Jumlah tokoh pada cerpen terbatas biasanya hanya berjumlah 1-2 orang. Selain itu, jalan cerita dalam cerpen pun sangat singkat, yakni hanya menceritakan beberapa peristiwa ataupun konflik. Demikian pula dengan latar dalam cerita yang meliputi ruang lingkup yang terbatas dan waktu yang relative singkat.

5. Puisi

Nama lain dari puisi ialah puisi baru atau modern. Jika puisi lama terkait dengan ketentuan, maka puisi baru ini sifatnya bebas. Puisi baru adalah puisi yang bentuknya bebas dan tidak terikat oleh jumlah banyaknya larik, suku kata, ataupun pola rimanya.

6. Drama

Drama merupakan cerita yang memiliki konflik mengenai manusia yang berbentuk dialog yang mengekspresikan percakapan dan perbuatan dalam bentuk pentas. Teks Drama memiliki kesamaan dengan jenis teks lainnyanya, terutama pada teks narasi.

7. Teks Cerita Inspiratif (Cerita Berhikmah)

Cerita inspiratif adalah salah satu jenis teks narasi yang menyajikan suatu inspirasi keteladanan kepada banyak orang. Teks tersebut dapat memberikan pesan atau pelajaran kepada pembaca supaya berbuat baik. Hal tersebut berguna sebagai hasil inspirasi dari cerita yang ada dalam cerita. Nama lain dari cerita rakyat ialah cerita keteladanan atau cerita penuh hikmah.

 

Demikianlah penjelasan mengenai teks fiksi dan nonfiksi. Gimana karib bahasa? apakah sudah paham dan bisa membedakan perbedaan teks fiksi dan nonfiksi? Semoga tulisan ini dapat membantu dan menambah informasi para karib bahasa. Untuk mempelajari lebih mendalam mengenai bahasa Indonesia, silakan klik di sini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar