oleh

Teks Laporan Hasil Observasi

Teks Laporan Hasil Observasi – Pernahkah Anda melakukan sebuah pengamatan kemudian hasil dari pengamatan tersebut kalian tuliskan dalam bentuk laporan? Jika iya berati Anda sedang membuat teks laporan hasil observasi.

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi merupakan teks yang mengemukakan fakta-fakta yang diperoleh melalui hasil pengamatan. Dengan membaca teks laporan hasil observasi, pembaca dapat mendapatkan pengetahuan atau informasi sejelas-jelasnya.

Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi

Tujuan dari teks laporan hasil observasi adalah untuk memaparkan informasi atau fakta-fakta mengenai suatu objek tertentu. Objek yang diamati bisa berupa keadaan alam, perilaku sosial, kondisi budaya, benda, dan sejenisnya. Cara menemukan fakta-fakta dapat dilakukan dengan melakukan observasi berupa pengamatan biasa, wawancara, penelitian lapangan, ataupun dari hasil pengamatan di laboratorium.

Ciri-ciri Laporan Hasil Observasi

Ciri umum
1. Menyajikan fakta mengenai peristiwa, tempat, benda, atau orang.
2. Menambah pengetahuan dan wawasan kepada pembacanya.

Ciri khusus:

1. Bersifat umum, global, dan universal.

2. Objeknya tunggal dan bersifat objektif.

3. Ditulis secara lengkap dan sempurna.

4. Berdasarkan fakta dari pengamatan yang dilakukan.

5. Dapat dipertanggung- jawabkan kebenarannya.

6. Saling berkaitan antarstruktur.

 

Memahami Isi Teks Laporan Hasil Observasi

Untuk memahami isi dari teks laporan observasi, kita perlu memahami isi pokok yang biasanya tergambar pada setiap paragraf. Setiap paragraf dibangun oleh beberapa unsur, yaitu ide pokok atau gagasan utama, kalimat utama, dan kalimat penjelas. Berikut penjelasannya:

  1. Ide Pokok

Gambaran keseluruhan sebuah paragraf atau hal yang mewakili seluruh paragraf disebut ide pokok. Setiap paragraf memilliki ide pokok yang biasanya berada pada kalimat utama.

  1. Kalimat Utama

Kalimat yang menjadi inti dari paragraf yang menjadi tempat untuk menuangkan ide pokok. Kalimat utama biasanya berada di awal paragraf, tetapi kalimat utama juga bisa berada di akhir dan tengah paragraf. Berdasarkan letaknya, kalimat utama dibagi menjadi tiga, yaitu deduktif (di awal paragraf), induktif (di akhir paragraf), dan induktif-deduktif (awal dan akhir paragraf).

  1. Kalimat Penjelas

Kalimat yang menjelaskan kalimat utama disebut dengan kalimat penjelas. Kalimat penjelas harus memiliki kesatuan yang padu, yakni sama-sama menyatakan ide pokok pada paragraf.

 

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

  1. Pernyataan umum

Berisi pembuka atau pengantar atau penjelasan umum mengenai objek yang diobservasi. Pada bagian ini menjelaskan mengenai objek yang diobservasi, baik karakteristik, keberadaan, kebiasaan, pengelompokkan, dan berbagai aspek lainnya.

  1. Deskripsi bagian

Berisi rincian hal-hal yang dilaporkan. Pada bagian ini menjelaskan mengenai aspek-aspek tertentu yang dijelaskan dari objek yang diobservasi. Bagian ini juga dapat disebut isi atau inti dari teks laporan hasil observasi.

  1. Deskripsi manfaat

Berisi manfaat atau fungsi dari objek yang diamati. Pada bagian ini menjelaskan mengenai kegunaan dari tema dan topik yang telah dipaparkan sebelumnya. Bagian ini juga merupakan bagian penutup dari teks laporan observasi.

 

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Obsevasi

1. Kata Benda

  • Kata benda disebut juga nomina.
  • Nomina adalah kata yang mengacu kepada benda baik konkret maupun abstrak.
  • Nomina ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata
  • Dalam teks LHO, banyak menggunakan kata benda atau peristiwa umum sebagai objek utama pemaparannya.

Contoh:

  1. Gunung
  2. Sungai
  3. Keadaan penduduk
  4. Peristiwa banjir
  5. Peristiwa budaya

 

2. Verba Material

Verba disebut juga kata kerja. Kata kerja material adalah kata kerja yang menunjukkan tindakan.

Dalam teks LHO, banyak menggunakan kata kerja material yang menunjukkan tindakan suatu benda, binatang, manusia, atau peristiwa.

Contoh:

Musibah banjir di Jakarta bukan semata melumpuhkan akses transportasi yang kemudian membatasi aktivitas warga dan merugikan berbagai pihak. Banjir telah memakan banyak korban, jumlah pengungsi pun terus bertambah di sejumlah titik banjir di Jakarta hingga Bekasi. Berbagai pihak pun mulai mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan dan menunjukkan kepedulian. Dari bantuan komunitas tangan untuk memberikan bantuan dan menunjukkan kepedulian. Dari bantuan komunitas, Yayasan organisasi internasional, relawan, hingga situs belanja online juga turun tangan.

 

3. Kopula

  • Kopula adalah verba yang menghubungkan subjek dengan komplemen.
  • Dalam teks LHO, banyak menggunakan kopula, yakni kata adalah, merupakan, yaitu.
  • Kopula digunakan untuk menjelaskan pengertian atau konsep.

Contoh:

  1. Darah adalah cairan merah yang kental. Terdapat sekitar 3,5 darah pada rata-rata tubuh mannusia.
  2. Terdapat tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang lebar.
  3. Jantung adalah organ yang berbentuk seperti kerucut. Jantung terletak di tengah dada bagian dalam. Jantung merupakan organ yang tebal, berotot, dan mempunyai empat bilik.

Perbedaan penggunaan kata adalah, merupakan, dan yaitu

  1. Adalah: menjelaskan pengertian atau definisi yang mutlak (hanya satu)
  2. Merupakan: menjelaskan pengertian atau definisi yang tidak mutlak.
  3. Yaitu: memerinci keterangan kalimat dengan didahului tanda koma.

 

4. Kalimat Impersonal

Dalam teks laporan hasil observasi, banyak kata yang mengatasnamakan penulis (bersifat impersonal). Kata-kata seperti saya, kami, penulis, dan peneliti sering dihilangkan dengan digantikan oleh bentuk kalimat pasif.

Kalimat Pasif

Kalimat aktif: Kalimat yang subjeknya melakukan perbuatan dan biasanya predikatnya berupa imbuhan ber/me

Kalimat pasif: kalimat dimana subjeknya dikenai suatu tindakan berupa predikat oleh objeknya. Predikatnya ditandai dengan imbuhan di/ter.

Cara mengubah kalimat aktif menjadi pasif adalah dengan menukar subjek menjadi objek atau predikat yang berawalan ber/me diubah menjadi di/ter.

Contoh:

Kalimat aktif – Anton memakan ikan goreng buatan saya

Kalimat pasif – Ikan goreng buatan saya dimakan oleh Anton

Dari kalimat tsb ada perubahan struktur, subjek anton bergeser menjadi objek dan objek Ikan buatan saya menjadi subjek.

Kemudian, kata memakan diubah menjadi dimakan

Contoh kalimat personal dan impersonal:

PERSONAL IMPERSONAL
Di Indonesia, saya menemukan harimau di hutan dan hutan bakau di Pulau Sumatra dan Jawa. Di Indonesia harimau dapat ditemukan di hutan dan hutan bakau di Pulau Sumatra dan Jawa.
Yang pertama kami sering menyebutnya makhluk hidup dan yang kedua kami menyebutnya makhluk mati. Yang pertama sering disebut makhluk hidup dan yang kedua disebut makhluk mati.
Semua benda di dunia ini dapat penulis klasifikasi menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati. Semua benda di dunia ini dapat di klasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup atau benda mati.

 

4. Kata Teknis

Banyak menggunakan kata teknis atau istilah ilmiah yang berkaitan dengan tema atau isi teks. Jika tema teks mengenai Pendidikan, maka akan muncul istilah-istilah Pendidikan. Jika tema teks mengenai Biologi, maka akan muncul istilah-istilah biologi.

 

Demikian penjelasan mengenai teks laporan hasil observasi. Semoga bermanfaat!

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru