oleh

Teks Narasi

-MATERI, SMP-241 dilihat

Teks Narasi – Pernahkah kalian membaca sebuah novel, cerita pendek, atau cerita rakyat? Lalu, taukah kamu bahwa novel, cerpen, dan cerita rakyat termasuk ke dalam cerita narasi. Teks atau cerita narasi merupakan bagian dari teks fiksi. Teks narasi merupakan cerita yang bersifat rekaan atau khayalan dan belum tentu benar-benar terjadi atau tidak nyata.

Ada beberapa jenis teks narasi, diantaranya teks cerita imajinasi dan teks cerita fantasi. Berikut ialah perbedaan dari kedua teks tersebut.

Jenis-jenis Cerita Narasi

1. Cerita imajinasi

Cerita imajinasi adalah cerita yang didasarkan pada imajinasi pengarang yang mengandung tema kehidupan sehari-hari. Berikut ciri-ciri dari cerita imajinasi:

  • Hasil imajinasi pengarang.
  • Mengambil tema kehidupan sehari-hari
  • Dapat diterima oleh akala tau rasional.
  • Tokoh dan latar dapat ditemukan di kehidupan sehari-hari.

2. Cerita Fantasi

Cerita fantasi adalah cerita yang sepenuhnya dikembangkan berdasarkan khayalan, imajinasi, atau fantasi yang tidak mungkin terjadi di kehidupan nyata. Berikut ciri-ciri dari ceriita fantasi:

  • Bertema irrasional atau tidak masuk akal.
  • Contohnya menceritakan mengenai masa depan, alam gaib, dsb.
  • Tokohnya bisa ada dalam dunia nyata ataupun tidak.

 

Unsur-unsur Cerita Narasi

Dalam teks atau cerita narasi terdapat unsur pembangun teks atau cerita narasi. Unsur pembangun itu berasal dari dalam dan luar cerita atau disebut sebagai unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik teks narasi. Unsur intrinsik adalah unsur pembangun yang berasal dari dalam cerita, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur pembangun yang berasal dari luar cerita. Berikut ialah penjelasan mengenai unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik teks narasi.

Unsur intrinsik

Beberapa unsur intrinsik diantaranya tema, latar, tokoh, watak, alur, plot, sudut pandang, dan amanat. Berikut penjelasannya.

1. Tema

Tema merupakan suatu yang menjadi dasar atau pokok masalah untuk mengembangkan suatu cerita.

2. Latar

Latar merupakan gambarang yang melingkupi pelaku dalam sebuah cerita. Latar dalam cerita narasi dibagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, waktu, dan suasana.

3. Tokoh

Tokoh adalah pelaku dalam cerita. Tokoh diklasifikasikan menjadi dua, yaitu tokoh berdasarkan fungsi dan berdasarkan sifat. Tokoh berdasarkan fungsi terdiri atas tokoh utama dan tokoh tambahan. Tokoh utama adalah tokoh yang hadir di setiap peristiwa, sedangkan tokoh tambahan adalah tokoh pendukung tokoh utama. Jika terdapat dua atau lebih tokoh utama dalam cerita, ada yang namanya tokoh sentral.

Tokoh berdasarkan sifat terdiri atas tokoh protagonis, antagonis, dan tritagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh utama yang biasanya berwatak baik, tokoh antagonis adalah tokoh penentang yang biasanya berwatak jahat, dan tokoh trotagonis adalah tokoh yang bersifat penengah atau netral dalam cerita.

4. Watak

Watak adalah ciri, sifat, atau karakter yang dimiliki tokoh dalam cerita.

5. Alur

Rangkaian cerita yang disusun berdasarkan sifat logis.

Jenis-jenis alur:

Progresif (maju), regresif (mundur), compound plot (gabungan/campuran).

6. Plot

Rangkaian cerita yang terjadi akibat hubungan sebab akibat.

Pengenalan – Konflik – Klimaks – Penyelesaian

7. Sudut pandang

Sudut pandang merupakan posisi pengarang dalam menggambarkan cerita. Sudut pandang dibagi menjadi dua, yaitu sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.

a. Sudut pandang orang pertama

  • Sudut pandang orang pertama pelaku utama

Sudut pandang ini ditulis seakan-akan pengarang berperan sebagai pelaku yang terlibat dalam cerita. Sudut pandang ini ditandai dengan kata ganti ‘aku; atau ;saya’.

  • Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan

Sudut pandang ini ditulis seakan-akan pengarang berperan sebagai tokoh utama, namun sebenarnya posisinya dalam cerita hanya sebagai tokoh sampingan.

b. Sudut pandang orang ketiga

  • Sudut pandang orang ketiga serba tahu

Sudut pandang ini ditulis seakan-akan pengarang beroeran sebagai orang di luar cerita atau tidak terlibat. Akan tetapi ia mengetahui segala sesuatu mengenai cerita tersebut terutama dari hal-hal yang tidak bisa dilihat sekalipun seperti perasaan dan sebagainya. Sudut pandang ini ditandai dengan kata ganti ‘ia’, ‘dia’, atau nama tokoh.

  • Sudut pandang orang ketiga pengamat

Sudut pandang ini menggambarkan penulis sebagai orang luar, dalam hal ini pengamat. Sama seperti sudut pandang orang ketiga serba tahu, sudut pandang ini ditandai dengan adanya kata ganti aku. Pembedanya, pengamat hanya sebatas mengamati secara fisik.

8. Amanat

Amanat adalah pesan yang disampaikan pada pengarang melalui cerita. Pesan tersebut dapat disampaikan secara tersirat maupun tersurat. Jika disampaikan melalui tersurat berarti pengarang menyampaikan langsung amanat dalam cerita tersebut dan dituliskan atau disebutkan di dalam cerita, sedangkan amanat yang tersirat tidak tertulis di dalam cerita dan pembaca harus menyimpulkan sendiri amanat yang disampaikan pengarang dalam cerita.

Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun cerita dari luar. Beberapa hal yang termasuk unsur ekstrinsik adalah:

  • Latar belakang penciptaan, yakni terkait kapan karya sastra tersebut diciptakan
  • Latar belakang pengarang, yakni berkaitan dengan faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pengarang yang memengaruhi atau memotivasi pengarang untuk menulis sebuah cerita.
  • Nilai-nilai dalam cerita, yang dalam hal ini berkaitan dengan nilai-nilai sosial, budaya, ekonomi, politik dan sebagainya.

Struktur teks narasi

Teks narasi dibangun oleh sebuah struktur. Struktur teks narasi dikelompokkan menjadi dua, ada yang paling ringkas dan ada yang cukup Panjang. Berikut gambarannya:

Struktur Teks Narasi Ringkas Struktur Teks Narasi Panjang
Orientasi Orientasi
Komplikasi Komplikasi
Resolusi Resolusi
  Koda

Berikut ialah penjelasan dari struktur teks narasi tersebut

1. Orientasi

Orientasi adalah bagian pengenalan tokoh, tema, dan latar cerita.

2. Komplikasi

Komplikasi adalah bagian cerita yang berisi masalah atau konflik yang dialami tokoh utama. Komplikasi berisi dari awal masalah hingga masalah memuncak (klimaks).

3. Resolusi

Resolusi adalah bagian dari penyelesaian masalah yang dialami oleh tokoh dan biasanya berisi akhiran cerita (ending)

4. Koda

Koda adalah pesan moral yang disampaikan dari cerita. Pesan tersebut disampaikan secara tersurat dari cerita yang disajikan.

 

Kaidah Kebahasaan Teks Narasi

1. Gaya Bahasa

Gaya Bahasa adalah nuansa maupun cara pengarang memproduksi cerita melalui fitur-fitur Bahasa. Dalam mengembangkan cerita, pengarang menggunakan gaya Bahasa untuk mencapai efek keindahan. Gaya berbahasa terdiri atas diksi, ragam bahasa, dan majas. Diksi merupakan pilihan kata yang digunakan penulis dalam menulis cerita. Ragam bahasa merupakan variasi bahasa yang digunakan penulis dalam menulis cerita, dalam teks narasi, biasanya menggunakan ragam bahasa percakapan atau sehari-hari, menggunakan bahasa gaul, atau bisa juga menggunakan ragam bahasa daerah. Majas adalah cara melukiskan sessuatu dengan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau kiasan.

2. Kata Ganti Orang (Pronomina Persona)

Kata ganti merupakan salah satu jenis kata yang yang berfungsi untuk menggantikan kata benda atau orang tertentu yang tidak disebut secara langsung. Istilah untuk kata ganti disebut sebagai pronomina. Penggunaan kata ganti dimaksudkan agar suatu kalimat disampaikan secara lebih efektif dan tidak bertele-tele.

Kata Ganti Tunggal Jamak
Orang pertama Saya, aku, daku Kita, kami
Orang kedua Kamu, Anda, kau Kalian, kamu sekalian
Orang ketiga Ia, dia, beliau Mereka

 

3. Dialog

Dialog adalah percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dialog dapat ditemukan di dalam teks narasi dan biasanya berupa kalimat langsung. Kalimat langsung adalah kalimat yang diucapkan secara langsung kepada orang yang dituju. Kalimat langsung ditandai dengan pemakaian tanda petik (“…”).

Ciri-ciri kalimat langsung adalah:

  • Menggunakan tanda petik
  • Intonasi tinggi untuk tanda tanya, datar untuk kalimat berita dan tanda seru dilagukan dengan intonasi perintah
  • Kata ganti orang pertama dan orang kedua

4. Konjungsi Temporal

konjungsi temporal adalah kata hubung yang berkenaan dengan waktu, baik dalam kalimat atau antarkalimat itu sendiri. Dalam teks narasi, konjungsi temporal biasanya hadir ketika pergantian latar atau ada tokoh baru yang masuk.

Contoh konjungsi temporal

  • Kemudian
  • Lalu
  • Selanjutnya
  • Setelahnya
  • Tiba-tiba

Demikianlah penjelasan mengenai teks narasi. Semoga bermanfaat!

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *